Skip to main content

Pembelajaran Berpusat pada Anak


Metode Pembelajaran yg digunakan Guru pada setiap aktifitas belajar mengajar adalah Kegiatan yang mempunyai ciri PAKEM, yaitu Pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Seperti tampak pada video dibawah ini.

youtube image

Belajar adalah proses menjadikan anak menjadi tahu, mengerti, memahami dan menginternalisasi pengetahuan. Dalam hal ini tentu saja anak merupakan subjek sekaligus pusat kegiatan belajar.
Sebagai pusat pembelajaran, kebutuhan anak harus terpenuhi. Anak perlu merasa aman, nyaman, berharga, dicintai, dan dipahami. Ini adalah kebutuhan primer, tidak bisa dihilangkan. Perasaan aman, nyaman, berharga, dicintai, dan dipahami akan mendorong munculnya motivasi dan kesadaran anak untuk belajar.
Setelah tumbuh motivasi belajarnya, anak perlu hal yang menyenangkan dalam belajar. Apa yang dekat dan dikenal baik oleh anak merupakan hal yang menyenangkan bagi anak. Oleh sebab itu, pembelajaran dikejar ke arah yang kontekstual. 

Sesuatu yang akan mudah dipahami anak karena anak sudah mendapatkan pengalamaan dalam bentuk lain yang berhubungan dengan materi yang dibelajarkan.
Apakah ini berarti pembelajaran sudah berpusat pada anak? Belum! Berpusat pada anak berarti pembelajaran dan semua yang menyertainya disesuaikan dengan kebutuhan, gaya dan cara belajar, kemampuan, serta kondisi mental, psikologis, dan sosial anak. Artinya guru perlu mengenali benar anak didiknya. Mengetahui hobi, makanan kesukaan dan “hal-hal kecil” lainnya mutlak diperlukan.
Selanjutnya guru mempersiapkan skenario pembelajaran dimana setiap anak mempunyai kesempatan berkembang secara optimal dengan semua latar belakang yang dimilikinya. Derajat keberagaman metode dan pendekatan pembelajaran berbanding lurus dengan tingkat kemajemukan yang ada dalam kelas.

Prinsip pembelajaran yang berpusat pada anak lainnya adalah menjadikan anak sebagai subjek pembelajaran. Sebagai subjek, anaklah yang aktif membangun pengetahuannya. Jika ternyata guru masih dominan dalam proses pembelajaran, maka ia sudah mengambil hak anak untuk memberdayakan dirinya.
Makna lainnya adalah apa yang dibelajarkan berangkat dari kebutuhan anak, cara mengajarkannya sesuai dengan kondisi anak, dan pendekatan yang dipakai berdasarkan dunia anak.
Kebutuhan tiap anak sangat beragam. Dari segi kemampuan, ada yang perlu pengayaan, ada juga yang perlu pengulangan. Perlakuan pun berbeda. Memotivasi tidak akan sama caranya bagi setiap anak. Termasuk didalamnya cara berkomunikasi, menyelesaikan masalah, dan cara melakukan pendekatan.

Pembelajaran yang berpusat pada anak membuat anak memahami pentingnya materi yang dipelajari. Membantu mereka mengidentifikasi manfaatnya bagi diri sendiri untuk kemudian dipancarkan bagi kemanfaatan manusia.
Hal ini mensyaratkan adanya proses pemaknaan materi, bukan sekedar menguasainya saja. Pemaknaan akan terjadi bila anak mengetahui manfaat bagi dirinya. Disinilah muncul keragaman. Anak bisa mengidentifikasi manfaat yang berbeda dari temannya. Nah, saat itulah guru mempunyai peran menguatkannya sehingga anak memperoleh pelecut semangat sekaligus melakukan aktivitas belajar dengan kesadaran diri.
Sedangkan dari sisi materi, pembelajaran yang berpusat pada anak memilih materi yang dekat dengan anak. Materi selalu dikaitkan dengan pengalaman-pengalaman yang pernah dirasakan. Materi yang bersifat abstrak sebisa mungkin dibawa dalam bentuk yang konkret.

Pembelajaran yang berpusat pada anak mensyaratkan keterlibatan anak. Pembelajaran diorientasikan pada pengalaman secara langsung, hingga pada akhirnya anak bisa menemukan hubungan antara materi dengan situasi kehidupan nyata. Tidak hanya berhenti di pemahaman, dalam pembelajaran yang berpusat pada anak seorang anak mendapatkan bimbingan agar mampu mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan.
Demikanlah Pembelajaran Bepusat pada Anak yang bisa diterapkan dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.


Tambahkan aplikasi Guru Millenial di smartphone tanpa install, buka Guru Millenial dengan browser Chrome di smartphone lalu klik ikon titik 3 di pojok kanan atas pada browser, kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya klik aplikasi Guru Millenial dari layar utama smartphone Anda.
Buka Komentar
Tutup Komentar

Install aplikasi Guru Millenial

Tambahkan aplikasi Guru Millenial di smartphone tanpa install, buka Guru Millenial dengan browser Chrome di smartphone lalu klik ikon 3 titikdi browser kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya klik aplikasi Guru Millenial dari layar utama smartphone Anda.